Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Desember 2012

Natal dan Tahun Baru Syi'ar non muslim, Umat Islam Jangan Ikut-ikutan

Oleh: Badrul Tamam
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang Esa. Shalawat dan salam kepada Nabi terakhir, Muhammad bin Abdillah, serta keluarga dan sahabat beliau.
Setiap umat memiliki hari besarnya masing-masing untuk mengenang dan menghidupkan moment tertentu atau untuk mengungkapkan kebahagiaan, kesenangan, dan syukur yang sifatnya berulang setiap tahun. Dan Allah mengetahui kecenderungan yang ada dalam diri manusia ini, karenanya Dia memberi petunjuk untuk mengapresiasikannya dengan cara yang mulia. Yaitu dengan mengingatkan hikmah penciptaan, tugas manusia, dan ibadah kepada Allah.
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu berkata, "Ketika NabiShallallahu 'Alaihi Wasallam tiba di Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya yang mereka bermain-main (bersenang-senang) di dalamnya. Lalu beliau bertanya, "Dua hari apa ini?" Mereka menjawab, "Dua hari yang kami bermain-main (bersenang-senang) di dalamnya pada masa Jahiliyah." Maka Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya Allah telah mengganti untuk kalian dua hari tersebut dengan Idul Adha dan Idul Fitri." (HR. Abu Dawud dan Ahmad).
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah berkata kepada Abu Bakar Radhiyallahu 'Anhu, "Hai Abu Bakar, setiap kaum memiliki hari raya, dan inilah hari raya kita." (HR. Bukhari).
Dua hadits ini menjadi dalil bahwa hari raya umat Islam hanya dua tersebut. Berbeda dengan hari raya selainnya, baik yang bersifat keagamaan, kenegaraan, atau duniawi.
Banyak sekali nas syar'i yang menerangkan karakteristik umat ini yang berbeda dengan umat, agama, dan kelompok lainnya, agar menjadi umat terbaik. Yaitu umat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang menjadi rasul terakhir dengan kitab suci al-Qur'an.
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah." (QS. Ali Imran: 110).
Dalam hadits Mu'awiyah bin Haidah berkata, RasulullahShallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Kalian adalah penyempurna tujuh puluh umat. Kalian yang terbaik dan paling mulia di mata Allah 'Azza wa jalla." (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan al-Hakim).
Beliau bersabda lagi, "Penghuni surga ada 120 baris. Sedangkan umat ini sebanyak 80 barisnya." (HR, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Namun kenyataannya, pada zaman ini banyak umat Islam yang tidak memahami posisi dan kedudukan mereka. Malahan mereka tertarik dengan perayaan hari Natal dan tahun baru yang menjadi syi'ar agama Kristen. Hal ini disebabkan tidak adanya pemahaman yang benar dan lemahnya ikatan aqidah mereka. Sehingga mereka terkadang ikut-ikutan dengan budaya dan tradisi orang kafir, antara lain:
  1. Saling mengucapkan selamat hari raya Natal, saling kirim kartu lebaran baik melalui pos atau internet.
  2. Ikut serta memeriahkan hari Raya Natal di gereja, hotel, gedung serba guna, atau melalui media elektronik.
  3. Membeli pohon natal dan memasang patung Sinterklas (Santa Claus) yang katanya mencintai anak-anak dengan membagi-bagikan hadiah sejak malam Natal hingga malam tahun baru.
  4. Bermaksiat, melakukan kejahatan, dan mabuk-mabukan pada malam tahun baru serta bentuk-bentuk lainnya.
Hari raya Natal dan tahun baru tidak boleh dijadikan sebagai hari yang dirayakan oleh umat Islam, dengan dua alasan:Pertama, mengandung nilai keagamaan yang kufur. Yaitu menyandang sifat tuhan kepada Al-Masih Isa bin Maryam, reinkarnasi, memberhalakan Isa, menganggapnya sebagai anak Allah, disalib, dan keyakinan lainnya.
Kedua, mengandung nilai kefasikan, berbuat seenaknya, berakhlak seperti binatang yang tak pantas ditiru manusia, terlebih oleh orang beriman.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sangat tegas melarang ritual seperti ini. Dalam hadits shahih disebutkan, ada seseorang bernazar di masa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam untuk menyembelih unta di Bawwanah –yaitu nama suatu tempat-, ia lalu mendatangi Nabi dan berkata: “Aku bernazar untuk menyembelih unta di Bawwanah”, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallambersabda: “Apakah di sana ada berhala jahiliyah yang disembah?” Mereka berkata: “Tidak”, beliau bersabda: “Apakah di sana dilakukan perayaan hari raya mereka?.” Mereka berkata : “tidak.” Beliau bersabda: “Tunaikanlah nazarmu, sesungguhnya tidak boleh menunaikan nazar yang berupa maksiat kepada Allah dan yang tidak mampu dilakukan oleh anak Adam.” (HR. Abu Dawud dan sanadnya sesuai syarat as-Shahihain).
Dari Abdullah bin Amru bin 'Ash Radhiyallahu 'Anhu, beliau berkata:
مَنْ بَنَى بِبِلاَدِ الأَعَاجِمِ وَصَنَعَ نَيْرُوزَهُمْ وَمِهْرَجَانَهُمْ وَتَشَبَّهَ بِهِمْ حَتَّى يَمُوتَ وَهُوَ كَذَلِكَ حُشِرَ مَعَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Barangsiapa yang membangun negeri orang-orang kafir, meramaikan peringatan hari raya nairuz (tahun baru) dan karnaval mereka serta menyerupai mereka sampai meninggal dunia dalam keadaan demikian. Ia akan dibangkitkan bersama mereka di hari kiamat.” (Sunan al-Baihaqi IX/234).  [PurWD/voa-islam.com]

Jumat, 13 April 2012

Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan

Pernahkah Anda mendengar cerita tentang anak yang sudah bisa berjalan di usianya yang ke tujuh bulan? Memakai sepatu dan menyanyikan lagu-lagu di usianya yang keempat belas bulan? Juga bersekolah di usia delapan belas bulan? Dan percayakah Anda jika cerita ini adalah cerita nyata? Bayi itu bernama Aulia Valeda Charnen, anak dari pasangan suami-istri Yotho Chardiana dan Sri Mulyaningsih. Ia masuk dalam rekor MURI sebagai bayi termuda yang bisa berjalan.

Rahasia dari semua ini adalah stimulasi (rangsangan) yang diberikan oleh orangtua Aulia ketika ia masih berada di dalam kandungan. Stimulasi itu meliputi empat jenis: (1) relaksasi, (2) memperdengarkan musik klasik, (3) membaca shalawat dan Alqur’an, serta (4) berpuasa Daud (sehari puasa, sehari tidak)

Dengan empat jenis stimulasi tersebut, bayi lahir dengan ciri-ciri super. Di antaranya, pada usia 1 minggu ia sudah bisa mengangkat kepala sambil menoleh ke kanan dan ke kiri. Pada usia dua bulan, sudah bisa tengkurap sendiri dan mengangkat kepala. Usia empat bulan sudah bisa duduk tanpa bantuan. Usia lima bulan, sudah bisa berdiri. Usia enam bulan sudah bisa berjalan merambat. Usia tujuh bulan sudah bisa berjalan dengan sempurna. Usia sepuluh bulan sudah tertarik pada alat-alat tulis dan main corat-coret. Usia empat belas bulan sudah bisa memakai sepatu dan menyanyikan lagu-lagu, tidak saja lagu-lagu anak, juga lagu-lagu dewasa. Usia enam belas bulan sudah sangat kritis, sehingga sering mengkritik orangtuanya. Dan, usia delapan belas bulan sudah sekolah.

Banyak orangtua terutama ibu-ibu muda yang mendambakan anaknya bisa secerdas BJ. Habibie, Thomas Alva Edison, Einstein, Issac Newton, dan penemu-penemu serta ilmuwan terkenal lainnya. Juga banyak yang berharap supaya anaknya bisa menjadi ahli hadits seperti Imam Bukhari, ahli tafsir seperti Abdullah Ibn Abbas, jago Fiqh seperti Imam Syafi’i dan Imam Malik, dan ulama-ulama legendaris lainnya. Namun sayang, para orangtua ini tidak tahu bagaimana cara mencerdaskan anak-anak mereka. Pendidikan yang mereka berikan kepada buah hati mereka adalah hasil transferan dari pendidikan yang mereka terima dari leluhur. Sebagaimana mereka dididik maka seperti itu pulalah mereka mendidik tanpa mau menambah ilmu dengan bertanya dan membaca buku-buku psikologi dan pendidikan anak.

Untuk mencerdaskan anak dan menjadikan mereka bagian dari generasi qur’ani yang cerdas, tentu tak cukup dengan menyekolahkan anak di play group, kemudian di usia SD mereka didaftarkan di sekolah unggulan, plus memberikan banyak les-les tambahan serta menyediakan segala fasilitas untuk mereka. Selain perhatian dan pendidikan setelah anak lahir, yang tak kalah pentingnya adalah pendidikan ketika anak masih berada dalam kandungan. Mendidik anak sejak dalam kandungan adalah cara mudah dan murah untuk mencerdaskan anak tanpa harus banyak mengeluarkan biaya, dan tanpa harus menunggu sampai anak menginjak usia sekolah.

Mungkin sebagian orang ada yang tidak percaya bahwa anak, atau lebih tepatnya lagi janin yang berada di dalam perut ibunya bisa mengikuti pelajaran dan stimulasi yang diberikan. Namun keraguan ini dapat kita hilangkan dengan menyimak beberapa penelitian yang dilakukan para ilmuwan Barat dalam bidang perkembangan pralahir. Penelitian ini menunjukkan bahwa selama berada dalam rahim, anak dapat belajar, merasa, dan mengetahui perbedaan antara gelap dan terang. Pada saat kandungan itu telah berusia 20 minggu, kemampuan janin untuk merasakan stimulus telah berkembang dengan cukup baik, sehingga proses pendidikan dan belajar dapat dimulai.

Dalam buku Cara Baru Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan, tulisan F. Rene van de Carr, M.D. dan Marc Lehrer, Ph.D., ditegaskan bahwa beberapa kebiasaan baik yang dibentuk secara konsisten oleh ibu-ibu hamil pada dirinya dan bayinya selama kehamilan dapat mengurangi pelbagai kesulitan yang mungkin timbul ketika sang anak sudah lahir ke dunia. Secara teratur memperdengarkan irama musik tertentu (bisa diganti dengan memperdengarkan suara murattal Al-Qur’an), kemudian bercerita dan berdendang untuk si jabang bayi dalam kandungannya, atau melakukan relaksasi, akan memungkinkan ibu-ibu hamil bisa menjalin komunikasi dan membina hubungan positif dengan bayinya.

Menurut F. Rene van de Carr, M.D. dan Marc Lehrer, Ph.D., The American Association of The Advancement of Science pada tahun 1996 telah merangkum hasil penelitian sejumlah ilmuwan dalam bidang stimulasi pralahir atau bayi, antara lain sebagai berikut: Pertama, Dr. Craig Ramey dari University of Alabama menegaskan bahwa program-program stimulasi dini meningkatkan nilai tes kecerdasan dalam pelajaran utama pada semua anak yang diteliti dari masa bayi hingga usia 15 tahun. Anak-anak tersebut mencapai nilai kecerdasan 15 hingga 30 persen lebih tinggi. Kedua, Dr. Marion Cleves Diamond dari University of California, Berkeley, AS melakukan eksperimen bertahun-tahun dan mendapatkan hasil yang sama berulang-ulang bahwa tikus yang diberi stimulasi tidak hanya mengembangkan pencabangan sel otak lebih banyak dan daerah kortikal otak yang tebal, tetapi juga lebih cerdas dan lebih terampil bersosialisasi dengan tikus-tikus lain. Ketiga, Dr. Hugo Moser dari John Hopkins University telah melaporkan penelitiannya terhadap monyet-monyet Rhesus tanpa stimulasi. Hasilnya adalah cacat perilaku yang mencolok dan menyedihkan saat mereka dewasa. Mereka menjadi kikuk, menyiksa diri sendiri dan menarik diri dari kontak sosial dengan monyet-monyet lain dan menunjukkan setiap tanda kecerdasan terbatas.

The Prenatal Enrichment Unit di HuaCchiew General Hospital di Bangkok, Thailand yang dipimpin oleh Dr. C. Panthuraamphorn, telah melakukan penelitian yang sama terhadap bayi pralahir, dan hasilnya disimpulkan bahwa bayi yang diberi stimulasi pralahir akan cepat mahir bicara, menirukan suara, menyebutkan kata pertama, tersenyum secara spontan, mampu menolehkan kepala ke arah suara orangtuanya, lebih tanggap terhadap musik, dan juga mengembangkan pola sosial lebih baik saat ia dewasa.

Demikian juga riset yang dilakukan oleh Prof. Suzuki dari Jepang, sebagaimana pernah dimuat dalam harian The Japan Times Weekly Education, bahwa stimulus yang diberikan terhadap janin sangat terkait dengan tingkat intelegensi anak. Jadi, sejak masih dalam kandungan, anak sebenarnya telah siap merespon stimulasi-stimulasi edukatif yang diberikan kedua orang tuanya, terutama oleh ibunya.

Selain cerita tentang Aulia dan segala kecerdasannya, saya juga punya cerita lain yang berkaitan dengan kecerdasan dan kelebihan anak yang distimulasi sejak dalam kandungan. Ayyasy Ar-Rantisi adalah salah satu anak yang beruntung karena mendapatkan stimulasi sejak ia masih berstatus janin. Stimulasi yang ia dapatkan adalah mendapatkan elusan dan tilawah Alqur’an sesering mungkin, mendengarkan burdah, kemudian materi berikutnya adalah sirah 25 Nabi dan Rasul, lagu-lagu anak (seperti lagu balonku, bintang kecil, pelangi dll), hadits-hadits pendek, sains untuk anak dan terakhir ditutup dengan burdah. Satu paket pelajaran itu biasanya selesai dalam waktu singkat, antara 15 sampai 30 menit. Itu dilakukan setiap pagi, sekitar jam 09.00 WIB, dimulai sejak ia berusia 4 bulan dalam kandungan.

Hasilnya sungguh sangat memuaskan. Ketika lahir Ayyasy tidak banyak menangis dan lebih relaks, lebih gesit, matanya lebih waspada, dan punya kode khusus untuk memberitahukan bahwa ia ingin ganti popok (kalau ia risih dengan popoknya yang basah atau terkena eek-nya, Ayyasy akan menangis dengan suara yang kedengaran seperti berbunyi “eh-ah…eh-ah). Ayyasy juga memiliki rentang perhatian yang lebih lama dan lebih fokus pada gambar-gambar yang ditunjukkan padanya, (ketika Ayyasy berusia 3 bulan ia kami bacakan buku cerita, dan ia kelihatan begitu menyukai gambar-gambar yang ada di buku tersebut. Cerita kesukaannya adalah Kelinci dan Harimau, dan ia sangat pandai menirukan suara auman harimau).

Selain itu, di usianya yang keenam bulan, ia sudah bisa menyebut “umi”, panggilannya kepada saya. Sering ketika ia menangis suara yang keluar tidak hanya sekedar suara tangisan bayi biasa, tapi merupakan bunyi “ummi, ummi…” Di usianya yang ketujuh bulan ia sudah bisa menyebut “am” untuk mengatakan bahwa ia mau makan. Sering jika ia saya beri makan di waktu yang saya kira ia lapar, ia tak menghabiskan makanannya. Tapi jika ia diberi makan setelah menyebut “am” berulang-ulang, pasti ia akan makan dengan lahap.

Huruf ‘r’ biasanya menjadi huruf terakhir yang bisa dikuasai anak. Namun Ayyasy pernah memperdengarkan ‘r’ nya dalam bentuk suara “brr…” ketika ia berusia 10 bulan. Bahkan ketika ia berusia setahun ia pernah mengikuti ucapan abinya yang mengucapkan “kuring’, dan huruf ‘r’ nya sangat jelas terdengar.

Kalau balita banyak yang takut dengan gelap, maka itu tak berlaku pada Ayyasy, karena ia kami biasakan tidur dalam kamar yang gelap sejak ia berusia 6 bulan. Hasilnya, seringkali ketika kami terbangun tengah malam, kami mendapatinya sedang bermain sendiri, tanpa tangisan. Bahkan ketika terkadang listrik tiba-tiba padam, tak ada reaksi negatif yang ditunjukkan oleh Ayyasy. Ayyasy juga tak pernah takut dengan binatang. Ia menunjukkan minat yang sangat baik terhadap binatang-binatang piaraan dan binatang buas, seperti kucing, burung, bebek, kambing, sapi, harimau, serigala, singa dsb. Kalau ada anak kecil yang menangis dan menjerit ketika didatangi seeokor kucing, maka Ayyasy justru menangis karena si kucing tidak mau mendekat.

Sebenarnya masih banyak lagi cerita-cerita mengagumkan tentang Ayyasy, yang Alhamdulillah sempat merasakan “sekolah dalam perut”. Dan saya yakin, ada begitu banyak cerita menakjubkan dari anak-anak lain yang juga berkesempatan menjadi murid sebelum terlahir ke dunia.

Bagi para ibu yang merencanakan hamil, sedang hamil, atau gadis yang punya calon keponakan, stimulasilah bayi Anda sejak dini agar generasi qur’ani yang jenius terlahir dari rahim Anda, biidznillah. Wallahul musta’an.


Oleh: Ummu Ayyasy Ar-Rantisi

Kamis, 08 Desember 2011

Kajian hadist Dikalangan Orientalis

Para pakar berbeda pendapat tentang kapan dan siapa orang barat pertama kali yang mengenal Islam. Ada yang berpendapat bahwa hal itu terjadi pada waktu perang Mu'tah (tahun 8 H) kemudian perang Tabuk (tahun 9) di mana terjadi kontak pertama kali antara orang-orang Romawi dengan kaum muslimin. Sementara pakar lain berpendapat bahwa hal itu terjadi ketika meletus perang antara kaum muslimin dan kaum Nasrani di Andalus (Spanyol), terutama setelah Raja Alphonse VI menguasai Toledo pada tahun 488 H/1085 M. Ada juga yang berpendapat bahwa hal itu terjadi ketika orang-orang Barat merasa terdesak oleh penaklukan Islam, terutama setelah jatuhnya Konstantinopel (Istanbul) pada tahun 857 H/1453 M ke tangan kaum muslimin di mana kemudian mereka memasuki Wina. Orang Barat merasa perlu untuk membendung ekspansi ini, sekaligus mempertahankan eksistensi kaum Nashrani. Sementara itu ada pula pakar yang berpendapat lain.

Namun sejarah mencatat bahwa orang-orang seperti Jerbert de Oraliac (938-1003 M), Adelard of Bath (1070)-1135 M), Pierre le Venerable (1094-1156 M), Gerard de gremona (1114-1187 M), dan Leonardo Fibonacci (1170-1241 M) pernah tinggal di Andalus dan mempelajari Islam di kota-kota seperti Toledo, Cordova, Sevilla. Pulang dari Andalus yang saat itu masih dikuasai oleh umat Islam mereka menyebarkan ilmunya di daratan Eropa. Misalnya Jerbert de Oraliac yang kemudian terpilih sebagai Paus Silvestre II (999-1003) mendirikan dua sekolah Arab di Roma dan Perancis. Bahkan Robert of Cheter (populer antara tahun 1141-1148 M) dan kawannya yang bernama Hermann Alemanus (w.1172 M) setelah pulang dari Andalus, mereka menerjemahkan al-Qur'an atas saran dari Paus Silvestre II.

Penerjemahan al-Qur'an ke dalam bahasa Latin ini dibantu oleh dua orang Arab dan selesai pada tahun 1143 M. Dan ini merupakan terjemahan al-Qur'an yang pertama dalam sejarah. Nama-nama di atas tercatat sebagai orang-orang Eropa yang pertama kali melakukan kajian tentang Islam yang kemudian lazim dikenal sebagai orientalisme. Prof. Dr. M.M. Azami, Guru Besar Ilmu Hadis di Universitas King Saud, Saudi Arabia, menyatakan bahwa sarjana Barat yang pertama kali melakukan kajian Hadis kemungkinan adalah Ignaz Goldziher, seorang orientalis Yahudi yang lahir di Hongaria dan hidup antara tahun 1850-1921 M.

Pada tahun 1890 ia menerbitkan hasil penelitiannya tentang Hadis Nabawi dalam sebuah buku berjudul Muhammedanische Studien (Studi Islam). Sejak itu hingga sekarang buku ini menjadi kitab suci di kalangan orientalis.

Kurang lebih enam puluh tahun setelah terbitnya buku Goldziher, Joseph Schacht juga orientalis Yahudi menerbitkan hasil penelitiannya tentang Hadis dalam sebuah buku berudul The Origins of Muhammadan Jurisprudence. Konon, lebih dari sepuluh tahun ia melakukan penelitian Hadis. Dan sejak itu (tahun 1950 M), buku Schacht ini menjadi kitab suci kedua di kalangan orientalis. Dibanding dengan Goldziher, Schacht memiliki "keunggulan" karena Schacht sampai pada kesimpulan "meyakinkan" bahwa tidak ada satupun Hadis yang otentik dari Rasulullah, khususnya Hadis-hadis yang berkaitan dengan hukum Islam, sementara Goldziher hanya sampai pada kesimpulan "meragukan" otentisitas Hadis. Setelah Goldziher dan Schacht, kajian Hadis memasuki periode Pasca-Goldziher.

Pada masa ini, para orientalis banyak yang melakukan kajian Hadis. Namun penelitian dan kajian mereka tidak memiliki bobot ilmiah yang signifikan.

Kajian dan penelitian mereka lebih merupakan sebagai upaya mengutip pribahasa Arab "yanfukhu fi al-ramad" (meniup arang), yaitu mengulang-ulang kajian yang telah ada sebelumnya.

Memburuk-burukkan Islam Orientalisme sejak semula telah memberikan perhatian kepada penyelidikan Hadis. Motivasi perhatian itu dapat dicari pada beberapa factor, antara lain dan yang mungkin terkuat adalah bahwa usaha untuk memburuk-burukkan Islam melalui penelitian Hadis lebih mudah dari pada melalui penelitian al-Qur'an. Adanya keinginan untuk mendiskreditkan Islam ini telah mengakibatkan banyak kekeliruan dalam penyelidikan Hadis hingga saat ini.

Gambaran yang sangat negatif dan prasangka yang berlebihan telah menyesatkan hampir semua kaum orientalis, kecuali beberapa sarjana yang berpikiran jernih dan bersifat obyektif dalam melakukan penyelidikan Hadis. Dan tampaknya baik Ignaz Goldziher maupun Joseph Schacht memiliki sasaran yang sama, yaitu ingin melecehkan Hadis agar ia tidak dapat dipakai sebagai rujukan umat Islam . Keduanya memiliki tesis yang menyatakan bahwa Hadis bukan sesuatu yang otentik dari Rasulullah, melainkan sesuatu yang lahir pada abad I dan II hijri, yang kesemuanya merupakan bikinan ulama. Kiat-kiat Orientalis Dalam rangka mencapai sasarannya, yaitu melecehkan dan menggusur eksistensi Hadis, kaum orientalis melakukan kiat-kiat antara lain sebagai berikut: 1. Mengubah Teks-teks Sejarah Di antara tokoh-tokoh ulama Hadis yang menjadi incaran pelecehan Goldziher adalah Ibn Syihab al-Zuhri (w. 123 H). disamping dituduhnya sebagai pemalsu Hadis, Goldziher juga mengubah teks-teks sejarah yang berkaitan dengan Ibnu Syihab al-Zuhri, sehingga timbul kesan bahwa al-Zuhri mengakui bahwa dirinya memang pemalsu Hadis. Menurut Goldziher, al-Zuhri mengatakan; Para penguasa itu telah memaksa kami untuk menulis Hadis. Kata ahadits dalam kutipan Goldziher tidak menggunakan "al" yang dalam bahasa Arab menunjukkan sesuatu yang telah definitive (ma'rifah).

Sementara dalam teks yang asli, seperti yang terdapat dalam kitab Ibn Sa'd dan Ibn 'Asakir, adalah al-ahadits yang berarti Hadis-hadis yang telah dimaklumi ada secara definitif, yaitu Hadis-hadis yang berasal dari Rasulullah.

Jadi pengertian ucapan al-Zuhri yang asli adalah bahwa para pejabat atau penguasa itu telah memaksanya untuk menuliskan Hadis-hadis yang pada saat itu sudah ada tapi belum terhimpun dalam satu buku.

Sementara pengertian ucapannya dalam kutipan Goldziher adalah bahwa para pejabat itu telah memaksanya untuk menuliskan Hadis-hadis yang pada saat itu belum ada.
Dengan kata lain, al-Zuhri dipaksa oleh para penguasa itu untuk membuat Hadis-hadis palsu.

2. Membuat Teori Rekayasa Untuk memperkuat tuduhannya bahwa apa yang dikenal sebagai Hadis adalah bukan berasal dari Rasulullah, tetapi bikinan ulama abad I dan II hijri, Schacht membuat teori tentang rekonstruksi terjadinya sanad Hadis. Teorinya kemudian dikenal dengan nama teori "Projecting Back" (Proyeksi belakang).

Menurut Schacht, hukum Islam belum eksis pada masa al-Sya'bi (w. 110 H). Ini artinya bahwa apabila bahwa apabila terdapat Hadis yang berkaitan dengan hukum Islam, maka Hadis-hadis itu adalah buatan orang-orang yang hidup sesudah al-Sya'bi. Schacht berpendapat bahwa hukum Islam baru dikenal semenjak masa pengangkatan para qadhi (hakim agama). Para Khalifah dahulu tidak pernah mengangkat qadhi.

Pengangkatan qadhi baru dilakukan pada masa Dinasti Bani Umayyah. Kira-kira pada akhir abad I hijri, pengangkatan qadhi itu ditujukan kepada "orang-orang spesialis" yang berasal dari kalangan taat beragama. Karena jumlah orang-orang ini bertambah banyak, maka akhirnya mereka berkembang menjadi kelompok aliran fiqh klasik (madzhab). Hal ini terjadi pada awal abad pertama hijri. Keputusan-keputusan hukum yang diberikan pada qadhi memerlukan legitimasi dari orang-orang yang memiliki otoritas yang lebih tinggi. Karenanya, mereka tidak menisbahkan (mengaitkan) keputusan-keputusan itu kepada diri sendiri, melainkan kepada tokoh-tokoh sebelumnya. Misalnya, orang-orang Iraq menisbahkan pendapat-pendapat mereka kepada Ibrahim al-Nakha'i (w. 95 H). Pada perkembangan berikutnya, pendapat-pendapat qadhi itu tidak hanya dinisbahkan kepada tokoh-tokoh terdahulu yang jaraknya masih dekat, melainkan dinisbahkan kepada tokoh-tokoh yang lebih terdahulu, misalnya Masruq. Langkah berikutnya untuk memperoleh legitimasi yang lebih kuat, pendapat-pendapat itu dinisbahkan kepada tokoh yang memiliki otoritas yang lebih tinggi, misalnya Shahabat Abdullah bin Mas'ud. Dan pada ronde terakhir, pendapat-pendapat itu dinisbahkan kepada Nabi Muhammad. Inilah rekonstruksi terbentuknya sanad Hadis menurut Prof. Dr. Joseph Schacht, yaitu dengan memproyeksikan pendapat-pendapat itu kepada tokoh-tokoh di belakang (Projecting Back). Teori rekayasa ini bertujuan untuk memperkuat tuduhannya bahwa apa yang disebut sanad Hadis itu adalah palsu. Begitu pula mantan atau materi Hadisnya, karena kesemuanya adalah ciptaan orang-orang belakangan.




Sumber : Prof. DR. Ali Mustafa Yaqub, MA { Guru Besar Ilmu Hadis Institut Ilmu Al-Qur'an Jakarta } di publikasi di waspada online

Jumat, 14 Oktober 2011

Fakta Resiko Pemberian Susu Pada Bayi dan Anak


Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan semakin terungkapnya fakta-fakta yang dulu dianggap suatu kebutuhan gizi anak ternyata dapat membahayakan.

Setelah membaca dokumen ini, dalam hati kecil berkata "Apakah para dokter baik umum maupun spesialis, bidan dan tenaga kesehatan lainnya tidak memahami isi dari Sumpah Profesi mereka? Apakah visi, misi dari organisasi profesi mereka hanya sebuah slogan semata?"

Ketika menyusui secara eksklusif tidak lagi menjadi suatu ‘keharusan’, biasanya para ibu dengan mudahnya berpaling pada susu formula. Kegagalan dari para ibu menyusui bukanlah mutlak di tangan para ibu maupun keluarga terdekatnya. Namun, menurut James Acre adalah sebuah kegagalan mutlak dari tenaga kesehatan dalam mengedukasi masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki bayi.

Silakan di print atau diperbanyak dengan fotokopi dan sebagainya, sebarkan kepada keluarga anda, kerabat anda, relasi, bahkan lingkungan anda. Di bawah ini adalah bukti ilmiah akan resiko penggunaan susu formula jangka panjang pada diri seorang anak manusia.

Hanya di Indonesia, negeri tercinta ini yang memiliki beraneka ragam jenis susu formula berdasarkan usia. Sesungguhnya produk-produk tersebut telah diboikot di negara lain. Lalu bagaimana dengan negeri ini? Begitu mudahnyakah mereka menganggap bangsa ini bodoh, sehingga menjadikan negeri ini target pasar dalam meraup keuntungan? Astaghfirullah al adhim..

Kode Etik Internasional tentang Pemasaran Produk Pengganti ASI (breastmilk substitute) yang dikeluarkan oleh WHO ditujukan untuk memberikan informasi pada orangtua tentang bahaya kesehatan akibat penggunaan susu formula yang tidak tepat. Makalah ini memberikan beberapa contoh hasil penelitian bertahun-tahun tentang pentingnya menyusui serta resiko yang ditimbulkan akibat penggunaan susu formula.

REKOMENDASI WHO

WHO merekomendasikan para ibu untuk menyusui secara ekslusif selama 6 bulan, melanjutkannya dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dari bahan-bahan lokal yang kaya nutrisi sambil tetap memberikan ASI / menyusui sampai anak berusia 2 tahun atau lebih. (World Health Assembly Resolution 54.2, 2001)

RESIKO PEMBERIAN SUSU FORMULA UNTUK BAYI DAN ANAK-ANAK

1.Meningkatkan resiko asma

2.Meningkatkan resiko alergi

3.Menghambat perkembangan kognitif

4.Meningkatkan resiko infeksi saluran pernapasan akut

5.Meningkatkan resiko oklusi pada gigi anak

6.Meningkatkan resiko infeksi dari susu formula yang terkontaminasi

7.Meningkatkan resiko kurang gizi

8.Meningkatkan resiko kanker pada anak-anak

9.Meningkatkan resiko penyakit kronis

10.Meningkatkan resiko diabetes

11.Meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular (jantung)

12.Meningkatkan resiko obesitas

13.Meningkatkan resiko infeksi saluran pencernaan

14.Meningkatkan resiko kematian pada bayi dan akan-kanak

15.Meningkatkan resiko infeksi telinga dan otitis media

16.Meningkatkan resiko terkena efek samping dari kontaminasi lingkungan

Sayangi buah hati Anda dengan memberikan ASI / menyusui anak sampai berusia 2 th atau lebih.

Maaf berhubung pembahasannya panjang untuk lebih lengkap nya silahkan download disini

Kamis, 25 Maret 2010

SELAMAT DATANG KHILAFAH ISLAMIYYAH


Kita sering mendengar istilah. "MASYARAKAT INTERNASIONAL", bahkan tidak sedikit dari kita yang suka menggunakannya, namun tidak banyak di antara kita yang memahami maksud sesungguhnya dari istilah tersebut. Sebagian dari kita meyakini bahwa istilah tersebut digunakan untuk merepresentasikan sikap masyarakat dunia secara keseluruhan. Padahal, tidak demikian.

Penggunaan istilah "Masyarakat Internasional" mulai popular seusai Perang Dunia II, yaitu seiring dengan mulai aktifnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memainkan peran penting dalam kancah internasional. Bahkan sikap mayoritas anggota PBB sering disebut sebagai sikap Masyarakat Internasional, karena dianggap sebagai sikap yang secara representatif mewakili masyarakat dunia internasional. Padahal, sekali lagi, tidak demikian.

Sebagaimana sama kita ketahui bahwa PBB dikuasai oleh negara-negara adidaya sepertt Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris dan Perancis, yang secara de jure kelima negara tersebuy memiliki Hak Veto di Dewan Keamanan PBB. Bahkan secara de facto, Amerika Serikat adalah yang paling dominan memiliki pengaruh dalam penentuan sikap Dewan Keamanan maupun Majelis Umum PBB, sehingga hampir semua putusan PBB dalam bidang politik, keamanan, sosial budaya, ekonomi, moneter, perbankan, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan dan HAM, sejalan dengan arah kepentingan politik AS dan sekutunya. Dan AS sendiri dikuasai oleh gerakan Ekstrimis Zionis dan Radikalis Salibis Internasional.

Kedua kelompok tersebut dengan kekuatan ekonomi dan keuangannya, melalui penguasaan media komunikasi dan informasi internasional, dengan sangat mudah dan leluasa mengklaim bahwa sikap PBB yg sejalan dengan sikap mereka tersebut adalah sikap Masyarakat Internasional.

Dengan demikian, istilah Masyarakat Internasional sebenarnya hanya merupakan representasi dari sikap Zionis dan Salibis Internasional yang diwakili AS dan sekutunya. Tidak ada sangkut paut dengan masyarakat dunia yang sebenarnya, apalagi dengan Dunia Islam.

KEBIJAKAN KAFIR DAN KEJAHATAN MUSLIM
Dari uraian di atas, kita tidak perlu lagi heran atau pun kaget, dengan berbagai sikap PBB yang disebut sebagai sikap Masyarakat Internasional, justru banyak yang sangat merugikan Dunia Islam. Sebagai contoh kasus : Tatkala Presiden AS menyatakan akan mengejar dan membunuh Usamah bin Ladin dengan tuduhan terorisme, maka AS dengan memanfaatkan PBB atas nama Masyarakat Internasional menyebut hal tersebut sebagai KEBIJAKAN AS yang harus dihormati. Namun, ketika pernyataan tsb direspon pihak Usamah dengan menyatakan akan melawan AS atas kejahatan kemanusiaannya di Iraq dan Afghanistan, maka AS dengan memanfaatkan PBB atas nama Masyarakat Internasional menyebutnya sbg KEJAHATAN USAMAH yang harus dihentikan.

Kasus lainnya, tatkala Israel membombardir Palestina shg berjatuhan banyak korban dr warga sipil yg tak berdosa, maka AS dg memanfaatkan PBB atas nama Masyarakat Internasional menyebutnya sbg KEBIJAKAN ISRAEL utk membela diri dan melindungi warganya. Namun, tatkala Para Pejuang Hamas di Palestina melakukan perlawanan utk membela agama, bangsa dan negaranya, maka AS dg memanfaatkan PBB atas nama Masyarakat Internasional menyebutnya sbg KEJAHATAN HAMAS yg harus dikutuk.

Kasus selanjutnya, tatkala Israel mengancam akan menyerang Iran untuk menghancurkan program nuklirnya, maka AS dg memanfaatkan PBB atas nama Masyarakat Internasional menyebut ancaman tersebut sebagai KEBIJAKAN ISRAEL untuk menjaga keamanan dunia.

Namun tatkala Iran balik mengancam akan melawan segala bentuk gangguan Israel terhadap Iran, maka AS dengan memanfaatkan PBB atas nama Masyarakat Internasional menyebut balasan ancaman tersebut sebagai KEJAHATAN IRAN yang mengancam keamanan dunia.

ISLAM DAN TERORIS
Berbagai kasus lainnya lagi, tatkala tentara Philipina membantai Muslim Moro di Mindanau, tentara Thailand membunuhi Muslim di Patani dan Narasthiwat, tentara Myanmar melakukan pembersihan etnis Muslim Rohingya, tentara India menghabisi muslim Kashmir, tentara AS membumihanguskan Iraq dan Afghanistan, tentara Rusia memporakporandakan wilayah muslim Chechnya, China menindas muslim Uighur di Xinjiang, maka tak ada suara Masyarakat Internasional yang menyebut mereka teroris. Namun tatkala para pejuang muslim bangkit di berbagai negeri melakukan perlawanan terhadap kezaliman, maka mereka kompak koor bersama mengatasnamakan Masyarakat Internasional menyebut para pejuang sebagai gerombolan TERORIS yang sangat berbahaya.

Termasuk kasus dalam negeri Indonesia, tatkala terjadi pembantaian ribuan umat Islam di Ambon dan Poso yang dilakukan kelompok Ekstrimis Salibis yang menyebut diri mereka Laskar Kristus, maka AS dengan memanfaatkan PBB atas nama Masyarakat Internasional menyebutnya KERUSUHAN BIASA, tak satu pun pelakunya disebut Teroris. Namun tatkala Laskar Islam dari berbagai Ormas Islam datang darj pelbagai daerah turun ke Ambon dan Poso untuk menghentikan kebiadaban Laskar Kristus, maka AS dengan memanfaatkan PBB atas nama Masyarakat Internasional menyebutnya AKSI TERORISME, dan menyebut para pejuang dari Laskar Islam sebagai TERORIS, sehingga pemerintah RI ditekan untuk mengejar dan menangkap bahkan membunuh mereka dengan dalih Perang Melawan Terorisme.

Jelas sdh, bahwa Masyarakat Internasional adalah komunitas terbatas dari kalangan Ekstrimis Zionis dan Salibis Radikalis Internasional yang menguasai Dunia Barat, serta menunggangi institusi PBB untuk mencapai keinginan memperbudak seluruh masyarakat dunia di semua sektor kehidupannya. Sikap Zionis - Salibis disebut sebagai sikap Masyarakat Internasional, keinginan mereka dikatakan sebagai keinginan Masyarakat Internasional, dan kemarahan mereka dianggap sebagai kemarahan Masyarakat Internasional.

Kini, Masyarakat Internasional dalam makna tersebut wajib dipatuhi seluruh masyarakat dunia. Dan semua produk politik Masyarakat Internasional mesti dijadikan Pedoman Hidup Dunia, seperti HAM, Demokrasi, Kapitalisme, Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme, Kesetaraan Gender, Anti Polygami, Keluarga Berencana, Westernisasi, dan sebagainya.. Dan semua produkbudaya Masyarakat Internasional harus dijadikan Gaya Hidup Dunia, seperti yang terkait Enterteiment, Game, Music, Film, Sex, Mode, Fashion, Sport, Shopping, hingga soal Food (makanan). Siapa menolak akan ditindak, dan siapa tidak setuju akan dijadikan musuh bagi Masyarakat Internasional.

MASYARAKAT ISLAM INTERNASIONAL
Dengam apa yang sudah diuraikan di atas tadi, maka sudah saatnya umat Islam di seluruh dunia bersatu membangun Masyarakat Islam Internasional sebagai tandingan Masyarakat Internasional ala Zionis dan Salibis. Itu bisa diawali dengan memfungsikan OKI (Organisasi Konferensi Islam) sebagai EMBRIO Khilafah Islam. Dunia Islam harus mampu menghapus semua SEKAT yang telah memisahkan mereka selama berabad-abad. Bentuk konkritnya mesti mencakup berbagai sektor seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, tekhnologi.. Ada pun langkah konkrit yg bisa diambil, antara lain :

1.Membentuk PARLEMEN BERSAMA DUNIA ISLAM yg beranggotakan Tokoh-Tokoh Islam yg kredibel dan representatif mewakili negeri-negeri Islam dari mana mereka berasal.

2.Mendirikan BANK DUNIA ISLAM yg bersih dari segala bentuk Ekonomi Riba mau pun praktek perbankan yg Eksploitatif dan Kapitalitatif.

3.Menyatukan MATA UANG seluruh dunia Islam dan menjadikannya sbg ALAT TUKAR WAJIB bagi negara mana pun yg berhubungan dagang atau bisnis dg Dunia Islam.

4.Membentuk MASYARAKAT EKONOMI ISLAM yg menjadi forum kerjasama ekonomi antar negara Islam sekaligus sbg benteng proteksi bagi semua produk dan komoditi Dunia Islam dari ancaman Pasar Bebas Masyarakat Internasional.

5.Membangun PAKTA PERTAHANAN ISLAM yg menjadi wadah kerjasama di bidang militer, strategi, persenjataan dan pertahanan antar Dunia Islam, sekaligus menjadi POLISI DUNIA yg siap melawan sgl bentuk kezaliman dan kejahatan kemanusiaan utk menciptakan KEDAMAIAN DUNIA seutuhnya.

6.Membangun PUSAT ANTARIKSA ISLAM yg mengatur sendiri komunikasi dan informasi Satelit Dunia Islam, sertamemprotek negara2 Islam dr segala bentuk penyadapan, penyusupan dan invansi gelombang komunikasi dan informasi yg dilakukan musuh Islam.

7.Menjadikan BAHASA ARAB sbg BAHASA RESMI DUNIA ISLAM dan menjadikannya sbg KURIKULUM WAJIB bagi setiap sekolah di seluruh negeri Islam pada tiap jenjangnya.

8.Setiap muslim bebas keluar masuk ke negara Islam mana pun yg diinginkannya tanpa proses keimigrasian yg rumit dan melelahkan. Dan setiap negara Islam mempermudah proses ASIMILASI antar warga negara Islam.

9.Membangun PUSAT NUKLIR ISLAM bagi pengembangan Program Nuklir Dunia Islam utk KEDAMAIAN dan PERDAMAIAN.

10.Menjadikan MEKKAH dan MADINAH sbg KOTA SUCI INTERNASIONAL yg lepas dr kekuasaan politik pihak mana pun, sekaligus sbg PUSAT PERADABAN ISLAM yg seluruh negara Islam ikut andil dan bertanggungjawab dlm pemeliharaan, pengelolaan dan pengembangannya. Dalam hal ini, Negara-negara Arab, khususnya Saudi Arabia, bisa menjadi UJUNG TOMBAKNYA.

Jika, langkah-langkah konkrit di atas berhasil direalisasikan, maka sekat wilayah dan teritorial antar Negara Islam hanya merupakan SEKAT FORMALITAS pergaulan internasional, shg peran dan fungsi Kepala Negara dari tiap-tiap Negeri Islam semacam AMIR yg mengatur masing-masing negerinya utk kemudian bertanggungjawab kpd KHALIFAH. Sdg sekat sistem kehidupan bermasyarakat di setiap negara Islam tersebut hanya merupakan 'URF yaitu adat istiadat yg mesti dihargai dan dihormati dg tetap disesuaikan dan dijaga agar tdk melanggar sistem Islam. Selanjutnya, jalan menuju berdirinya Khilafah Islamiyyah 'Alamiyyah semakin terbuka lebar.

KHILAFAH PHOBIA
Selama ini, upaya perjuangan penegakan KHILAFAH ISLAMIYYAH dianggap oleh sebagian kalangan sbg sesuatu yg UTOPIS. Bahkan cenderung dimusuhi oleh berbagai negara Islam sendiri, krn dianggap sbg gerakan politik yg akan menumbangkan semua pemerintahan di negara-negara Islam. Para pemimpin negeri Islam memandang para pejuang Khilafah Islamiyyah sbg kompetitor kekuasaan yg mengancam kedudukan mereka, bahkan kedaulatan negara mereka, shg harus disingkirkan.

Sikap KHILAFAH PHOBIA spt itu muncul sbg akibat ketidakmengertian mereka ttg hakikat Khilafah Islamiyyah. Disamping adanya kelompok umat Islam yg mengkampanyekan Sistem Khilafah scr vulgar dg statement penghapusan semua pemerintahan negara Islam, peniadaan semua batas wilayah teritorial antar negara Islam, pelenyapan kedaulatan setiap negara Islam, pemberangusan hak-hak kebangsaan semua negeri Islam, hingga penolakan thd semua produk budaya local negeri Islam scr membabi-buta. Kelompok ini sangat eksklusif, menafsirkan Khilafah Islamiyyah scr hitam-putih. Penuh semangat tapi tdk realistis. Penuh energi tapi jalan sendiri. Penuh potensi tapi terlalu ambisi.

Kampanye Khilafah semacam itu telah menjadikan Khilafah Islamiyyah sbg momok yg sangat menakutkan bagi para penguasa di negeri-negeri Islam. Karenanya, apa yg telah diuraikan di atas merupakan tawaran solusi bagi perjuangan penegakan Khilafah Islamiyyah yg lebih logis dan realistis, bahkan lebih simpatik dan menarik bagi negeri2 Islam dan para pemimpinnya, krn tdk ada agenda Power Kompetitif yg sistemik.
Insya Allah, ketika para penguasa Dunia Islam tdk merasa terancam negerinya dan kekuasaannya dg perjuangan penegakan Khilafah Islamiyyah, mk mereka akan mau mendengar dan mengkaji ttg apa dan bgmn konsep Khilafah Islamiyyah. Dan ketika mereka sdh memahami hakikat Khilafah Islamiyyah yg sebenarnya, bukan tdk mungkin mereka akan terpanggil utk mewujudkannya, bahkan mungkin justru mereka yg akan lebih semangat drpd para pejuang penegak Khilafah Islamiyyah selama ini.

Ahlan wa Sahlan Ya Marhaban. Selamat datang KHILAFAH ISLAMIYYAH.

http://www.suara-islam.com/news/muhasabah/analisis-kontemporer/566-selamat-datang-khilafah-islamiyyah

Kamis, 04 Februari 2010

Bersahabat dengan Alhamdulillah


Salah satu gizi spiritual dalam menghadapi kehidupan adalah bersahabat dengan “alhamdulillah” yang artinya segala puji bagi Allah Swt. Orang-orang yang sering bersahabat dengan “gizi spiritual” ini, insyaAllah hidupnya akan lebih bahagia dibanding yang mereka duga.

Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah menitipkan kepadaku seorang suami, sebab banyak orang yang ingin bersuami namun belum menemukannya. Suami dengan segala keangkuhannya, menyebabkan hambamu ini mampu belajar sabar.

Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah menitipkan kepadaku seorang istri, sebab banyak orang yang ingin beristri namun belum menemukannya. Istri dengan segala kesulitannya untuk dididik, menyebabkan hambamu ini harus banyak belajar ilmu “Andragogy”, yaitu pendidikan untuk orang-orang dewasa.

Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah menitipkan kepadaku beberapa anak, sebab banyak orang yang ingin punya anak namun belum engkau izinkan dan juga banyak yang belum punya anak karena memang belum ketemu jodoh. Anak dengan segala kesulitannya untuk dinasehati, menyebabkan hambamu ini harus banyak menambah ilmu agar sesuai dengan perkembangan zaman anak-anak. Dengan kehadiran anak-anak, justru menyebabkan hambamu malu kalau mau bertengkar dengan istri dan suami.

Alhamdulillah ya Allah, Engkau menitipkan kepadaku seorang atasan pemarah dan sering mengungkit-ngungkit berbagai masalah, sebab banyak orang yang tidak punya atasan, bukan karena dirinya atasan tapi karena dirinya menganggur. Dengan atasan pemarah hambamu berkesempatan untuk mendoakan semoga beliau segera sadar bahwa kemarahan akan menghancurkan siklus kehidupan dirinya sendiri.

Alhamdulillah ya Allah, Engkau menitipkan kepadaku banyak karyawan, yang sebagiannya suka demo minta tuntutan gaji dan kesejahteraan lainnya, sebab banyak orang tidak punya karyawan sebab sudah lima tahun belakangan ini perusahaannya gulung tikar dan bahkan tikarnyapun sampai tidak ada yang digulung. Dengan punya karyawan, semoga hambamu bisa menjadi salah satu jalan rizki bagi mereka dengan seizin Engkau ya Allah.

Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah menitipkan orang-orang disekelilingku sebagian ada yang menyakiti, walaupun hamba-Mu ini telah berusaha untuk berbuat baik kepada siapapun sekuat kemampuan. Sebab, banyak orang yang tidak pernah disakiti orang lain karena dalam hidupnya tidak pernah bergaul dengan masyarakat banyak. Semoga dengan disakiti dan hambamu tetap ingin berbuat baik dengan yang menyakiti menyebabkan Engkau akan mengabulkan doa-doa orang yang terdhzolimi ini.

Alhamdulillah ya Allah, Engkau memberi kesempatan kepadaku, kuliah tidak sesuai dengan jurusan pilihan pertama, sebab banyak orang yang tidak pernah menikmati jurusan kuliah karena kekurangan dana untuk memenuhi keinginannya kuliah. Dengan kuliah tidak sesuai jurusan, semoga akan punya lebih dari satu keahlian, keahlian pertama adalah jurusan ketika kuliah dan keahlian lainnya adalah mempelajari sendiri banyak hal yang dulu dicita-citakan.

Sahabat CyberMQ,

Banyak hal didunia ini yang bisa kita syukuri dengan mengucapkan “Alhamdulillah”, dan dengan sering mengucapkan alhamdulillah, milyaran peluang prestasi akan mengejar-ngejar kita.

Banyak hal didunia ini yang kita tidak siap menyukuri dengan mengucapkan “Alhamdulillah dan dengan sering merasa berat dan bahkan enggan mengucapkan alhamdulillah, milyaran peluang prestasi akan lari meninggalkan kita.

Berani hadapi tantangan bersahabat dengan alhamdulillah agar hidup dikejar-kejar prestasi??? Bagaimana pendapat sahabat!!!

{bungara seri 11}

Selasa, 12 Mei 2009

Health

THE RISKS OF SMOKING

According to health care experts, if you smoke, you will be twelve times more likely to die from lung cancer. Now let’s just think for one short moment: wouldn’t it be very important for you to increase your chances of living from two to twelve times longer, gain many extra years of happy, healthy existence, and save thousands of dollars in increased medical costs?

• 10 times more likely to die from Cancers of the mouth, throat, and esophagus risks.
• 12 times more likely to die from lung cancer or some form of lung diseases.
• 10 times more likely to die from cancer of the larynx.
• 6 times more likely to die of heart disease.
• And you will be twice as likely to die of a stroke.

Enough is enough!

Another overlooked benefit is the amount of money saved by not buying cigarettes in the first place. For example; If you smoke one pack of cigarettes a day at $2.00 per pack, you spend $730 per year. If your habit has continued for a period of 15 years you will have spent an incredible $10,950! If you smoke two packs for that same period of time, you will spend $21,900!

If you want to help yourself to be successful, you need to be able to answer the following two questions:

1) What can you do to reduce the desire to smoke every time it hits you ?
2) What will you do until the urge passes?

With the information contained in this Ebook, I will give you the ammunition you need in this war against tobacco. You will be able to resist the urge to smoke every time it hits you and you will be able to resist it until the urge passes. Next, you will need to deal with the reasons that you smoke now. What kind of satisfaction does smoking give you - physical, mental, or emotional? Ask yourself.






KNOW YOUR ENEMY

Nicotine creates a biochemical reaction in your body that has an immediate effect on your mood, your ability to reason, and your metabolism. Even if you only smoke a few cigarettes a day, you do feel so bad when you try to quit? The more that you smoke, the higher level of chemical dependency will be reached. Light smokers can also become just as dependent on cigarettes because of nicotine’s psychological impact. In this way it can affect moods and feelings in certain situations.

It is only a matter of seconds after that first puff that nicotine starts to have an effect on your central nervous system, and the rest of your body. Certain areas of the brain, when stimulated by nicotine, help you think more clearly. Other areas of the brain lie in a pleasure center which when stimulated can make you feel more relaxed and less anxious.

Nicotine also affects the hormones produced by the body, which creates a chemical dependency to nicotine and the accompanying craving. Heavy smokers have become dependent on heightened levels of hormones, stimulated by nicotine, which can have an addictive quality. They need a cigarette at certain intervals of time. After the stimulation of the hormones starts to fall, they need another cigarette to bring them back into the comfort zone. If they do not get that cigarette, the craving begins.



HOW YOU CAN QUIT SMOKING

Quitting is hard. If you have tried to quit smoking, you know how hard it can be. It is hard because nicotine is a very addictive drug some times it can be as addictive as heroin or cocaine.
Many people have found that including physical activity in their program to quit smoking has added a tremendous benefit to assist in quitting. There are many reasons for this:
When people are more active, they gain confidence and like themselves more. They feel more energy, and are more capable of dealing with tension in their lives. With increased activity, the smell of tobacco actually becomes offensive. Whenever you feel the need to smoke after you have decided to quit, get up and move around instead. A brief physical activity can provide you with the lift that you may have received from nicotine.









QUIT SMOKING IN A WEEK

Look at the following Reasons for Quitting: -

• You will live longer and live better.
• Become a high-energy person without cigarettes.
• Quitting will lower your chance of having a heart attack
• Reduce the chance of Cancers of the lung, mouth and throat
• Relax and enjoy the pleasure of relaxation without cigarettes.
• Deal with your tensions without a cigarette.
• If you are pregnant women, this will improve chances of having a healthy baby.
• The people you live with, especially family members will be healthier.
• Save money.


Consider the following question: -

How and when do you want to quit smoking?

There are only two ways to effectively quit smoking, immediately (cold turkey), or gradually. When you quit gradually, you use various methods to taper off before you have that last cigarette. Neither way is better than the other for all people. Pick the one that you feel fits your temperament. Either way, a nicotine patch may prove to be a real benefit in giving up, especially if you are a heavy smoker.

Try this test to see which way is better for you.

CHOOSE THE RIGHT METHOD OF QUITING FOR YOU

Answer the questions by circling “yes”, “no”, or “not sure”.
1. Stopping smoking is one of the most important things in the world for me right now. Yes no not sure
2. I can handle a tough problem without a smoke.
Yes no not sure
3. I have to quit smoking and my reasons are good enough to do it now.
Yes no not sure
4. If I quit this minute, I know I can find a way to resist the craving to smoke, even if it is strong. Yes no not sure

If your answer to all of the above questions is ‘yes’, you may be a candidate to quit immediately. But before you do, read on to get the tools necessary to be successful. After reading the following, set a time to quit. If not right now, then tomorrow, but do it.

What about the doubts you may be feeling now?

Most smokers will get a sense of doubt when they read the questions above. You probably are not confident in your ability to follow through with resisting any future craving to smoke, or finding something to substitute for the feelings that smoking has given to you.
In order to have the confidence to quit, you :
(1) must find an alternative to handle the urge to smoke, when it hits, and
(2) create ways to deal with the reasons that you smoked in the first place.
Together we will accomplish both these tasks so that when the day comes that you had planned to quit, you will be confident to do it.

HOW TO HANDLE THE URGE

There are several weapons that you can use in your fight to quit.
EACH OF THESE WEAPONS WORK- THEY HAVE BEEN PROVEN
You may use one, all, or a combination of several to achieve your goal. The urge to smoke is immediate, and usually lasts for five minutes. If you can resist for that period of time, you reduce the urge.
1. Take a deep breath, hold it for a few seconds, and exhale as if you had just taken your first puff on a cigarette. Part of the feeling you get from smoking is a direct result of taking a deep breath. A deep breath allows you to take in a maximum amount of oxygen, and exhaling lets out large quantities of carbon dioxide. This results in a feeling of relaxation. Try it, you’ll see.
2. Take a sip of water several times during this five minute period. It can help to diminish the need to smoke, and gives you something to do with your hands. The extra water will also help to flush the nicotine out of your body.
3. Put something in your mouth that has no calories, such as a stirrer, toothpick, or another substitute for a cigarette.
4. Get busy with something, anything, to keep you busy for the next five minutes.
5. As long as it does not lead to a craving, chew a piece of gum or a piece of hard candy. Life Savers work well.
6. Get up and move around for five minutes. It will help the urge to smoke to pass.
7. Use a nicotine patch as replacement therapy.


LET’S STOP RIGHT NOW!

The first thing to do is set a date when you are going to quit smoking. Let’s start one week from today. That will give you plenty of time to practice with the weapons in your arsenal. Eight days from today, it will be the beginning of the end of your smoking habit.

Days 1 and 2

Examine your smoking behavior for the first two days. Every time you light up, ask yourself:
1. Why am I smoking this cigarette?
2. Would this be an easy one or a difficult one to do without?
4. If I did not smoke this cigarette, what would I do instead?

Day 3
Let’s get out and test your weapons today.
At least once today, use your weapons to shoot down the urge to smoke.
During the five minutes that it will take for the urge to pass, try out some of your arsenal. Try one, or all, or find a combination that works for you.

Day 4

Today is the big testing day. If you haven’t already tried it, skip those one or two cigarettes that you feel may be the toughest to give up in your daily routine. Pick the ones that you rated “difficult” during your monitoring period.
Remember, this is a practice period, and you must not get upset if you are unable to give up a difficult cigarette. You must practice and experiment with your different weapons to realize how you can be more effective.
If you found skipping that cigarette very difficult or even failed in the end, review any factor that got in the way of your success. The most common causes of difficulty or failure that a potential quitter faces are:
Chemical properties of addiction
When you do not have that cigarette, you feel lousy. If you are a heavy smoker, a nicotine patch may help to relieve your bad feelings.
Social pressures
You may find yourself in a situation (card game, party, coffee break) during which you would normally smoke. It may help to let others know of your desire to quit, and also your reasons for quitting. Enlisting the aid of a non smoker to confide in may also help. Make sure that he or she is aware of your goals so that they do not say or do anything to instill a negative impact on your desire to quit.
If you feel that you may not resist the social pressures of smoking, consider the option of giving up these social encounters for two or three weeks until the urge passes and you can be comfortable again.
Tension and negative emotion
A crisis occurs during your work or personal day, and one of the main reasons for you to smoke has been tension reduction. Try to deal with your negative emotions and use the tension reducing methods that we talked about earlier. Get away from the area that the tension is associated with. Take a walk, or go to another room. You may also find that nicotine gum will give you enough tension relief to get through.

Days 5, 6, and 7.

You are now heading down the home stretch. In the next three days, your goal is to come out of this week smoking half the cigarettes that you would normally smoke. If you started as a one pack a day smoker, cut back to ten cigarettes per day, or less. The fewer the better. During days 5 and 6, set your goals toward achieving positive results on day 7. Maintain your smoking record during these three days, and continue to decrease your dependency on nicotine.

What do you do if you still have doubts? This is probably due to your chemical dependency on nicotine. It is a highly powerful drug, and many factors have been working together to make you dependent. Discuss with your doctor about the feasibility of a patch or nicotine gum. Nicotine is the hook that has gotten you to smoke which carries the harmful effects to your body. With the help from the patch or the gum, you will have all he tools you need to successfully quit. The patch or gum will give you a steady influx of nicotine into your system, which will be reduced slowly over a period of several weeks. DO NOT SMOKE WHILE ON THE PATCH. You could experience a dangerous overdose of nicotine.

NOTE; Pregnant women should not use the gum or patch. Smokers with any form of heart disease should consult with a physician before using.

DEALING WITH THE SYMPTOMS OF WITHDRAWAL

Dizziness may occur during the first one or two days. Take a quick break, it will pass.

Headaches may appear at any time during the first weeks. Try to relax. Take any usual remedy for headache, a cold cloth on the back of your neck, or relieve the stress by taking a short walk.

Tiredness may occur during the first few weeks, but if you meditate or relax during the first few weeks, it will pass.

Coughing may actually increase during the first few days, simply because the residue from the smoke has not been flushed from your system.
Tightness in the chest may occur in the first few days. Rest and take deep breaths, it will go away.

Sleeping problems may occur in the first few days. Try to stay away from drinks that have a high caffeine content, try not to exercise too strenuously in the hours prior to bedtime. A hot bath prior to retiring at night may also be helpful.
Constipation may occur in the first month after you quit. If this occurs, eat foods with a high fiber content, drink plenty of fluids, and do some light exercise.

Concentration may tend to wander during the first few weeks. Be ready for this, take a break or do something physical for a short period of time.

The following pages will give you an example form to chart your progress as you begin to give up cigarettes. They are all self explanatory and should prove to be a tremendous asset in assisting you to give up your habit. On a daily basis, chart each cigarette that you smoke during the day. Enter the time, place, and with whom you smoked, the reason for smoking, whether it will be easy or difficult to give that one up, and the weapon that you will use to fight the urge to smoke that one.





CONCLUSION

If you are not completely confident that you can resist the urge to smoke after you have quit, it may be necessary to remove any visual reminders of smoking from your living and work areas. Throw away or give away those leftover cigarettes, get rid of lighters, ashtrays, matches, and anything else that could be associated with smoking. Why should you force yourself to resist the urge to smoke when it is far simpler to just remove the reminders. If you keep a pack of cigarettes in your home or office, there is a good chance that you may pick one up. Just this one may be the cigarette that hooks you again.